HONDA TIGER |2005|VINTAGE TOURING|THE RED HOT|DEPOK



HONDA TIGER MODERN VINTAGE

Tiger, motor Honda berkarakter sport ini memang menjadi salah satu primadona kaum Adam. Tampilannya keren dan kekar meski tak mendapat sentuhan modifikasi. Apalagi jika sang pemilik merubah wajah Tiger dengan modifikasi.

Setelah memiliki konsep dasar, mulailah mengotak-atik motor itu. Dengan imajinasi liarnya, jadi seperti inilah tampilan Honda Tiger lawas keluaran tahun 2005.

Bagi orang awam tampilan sangar Tiger sudah terkikis dengan berbagai ornamen yang digunakan oleh pemodif. Mulai dari setang bawaan pabrik yang dicopot dan diganti dengan setang Tiger Revo.

Bagian tangki bahan bakar pun justru dibuat dengan tampilan retro yang diadaptasi dari tangki Honda Twin. Untuk menambah kesan retro, pemodif mengawinkan tampilan tangki dengan jok kustom warna coklat. Kesan berotot motor masih bisa dilihat dari penggunaan shock depan belakang yang masih milik Tiger.

Sementara itu, pilihan warna doff merah bagi pemodif akan membuat tampilan modifikasi Honda Tiger kepunyaan Ipul ini menjadi terlihat modern dan menambah kesan rock terasa kental. Penyelerasan keseluruhan modifikasi Honda Tiger ini dengan memainkan cat semi doff sickens agar auranya terlihat. Biaya yang dikeluarkan berkisar Rp9 jutaan saja.
DATA MODIFIKASI
·          Velg almu                         Depan 215–Belakang  250
·          Ban mizzle super sport 100 -110m /17
·          TromolOriginal Tiger   
·          Jari jari TDR
·          Fender depan belakang CB 125
·          Tangki custom 
·          Lampu depan sen stop after market
·          Stang tiger revo 
·          Jok custom  
·          Paint siken red doff
·          Shok belakang tiger 2000
·          Hand grip KTC
·          Panel saklar scarlet                          
·          Knalpot cb 125
·          Karburator PE 28
·           
DIWA CREATIVE STUDIO
PERMATA ARCADIA
CIMANGGIS DEPOK
0815 96 44 338

LETS KUSTOM ...BUT KUSTOM IS NOT CRIME  DUDE

Komentar

Postingan populer dari blog ini

YAMAHA SCORPIO 225|2006|DIMEBAG|JAKARTA